vKata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal.
vGlobalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
vGlobalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa kosekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain
vGlobalisasi adalah sebuah istilah yg digunakan untuk menjelaskan perubahan-perubahan dalam masyarakat (changes) dan dalam perekonomian dunia yang dihasilkan oleh meningkat pesatnya perdagangan dan pertukaran kebudayaan. Dalam arti ekonomi, globalisasi mengacu terutama pada liberalisasi perdagangan atau perdagangan bebas (free trade).
vGlobalisasi berarti kebebasan dan kemampuan individu dan perusahaan untuk memprakarsai ekonomi dengan orang-orang dari negara lain. Bank Dunia
vGlobalisasi adalah proses meningkatnya aliran barang, jasa, uang, dan gagasan melintasi batas-batas negara dan sebagai akibarnya terjadi integrasi ekonomi global
GLOBALISASI MENURUT PARA AHLI
vKennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu.
vGiddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan
vSejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial. Setiap beberapa ratus tahun dalam sejarah manusia, transformasi hebat terjadi. Dalam beberapa dekade saja, masyarakat telah berubah kembali baik dalam pandangan mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dan sosial, maupun seni. Lima puluh tahun kemudian muncullah sebuah dunia baru.
Tanda-tanda globalisasi
vMenguatnya ruang pribadi (person-space). Kebebasan, ide-ide, nilai lama diganti dg nilai baru, misal:materialistis.
vEra persaingan/kompetisi.
vNaiknya intensitas hubungan antarbudaya, norma sosial, kepentingan, ideologi antar bangsa
Cakupan Globalisasi
vGlobalisasi bersifat multidimensional
vGlobalisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini: politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
vDengan demikian terjadilah globalisasi politik, globalisasi ekonomi, globalisasi sosial, globalisasi budaya.
Globalisasi Politik
vPenyesuaian kedaulatan suatu negara dengan kepentingan global.
Globalisasi Ekonomi
vProduk-produk lintas negara
vPerusahaan-perusahaan multinasional
Globalisasi Sosial
vMeningkatnya individualisme
vPola kerja baru
Globalisasi Budaya
vHomogenitas budaya
vBudaya instan
CIRI-CIRI GLOBALISASI
vBerikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
vPerubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda
vPasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan eprdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
vPeningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
vMeningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
TEORI GLOBALISASI
vCochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:
vPara globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.
vPara globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
vPara globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama AmerikaSerikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi)
Pendidikan adalah proses bimbingan atau tuntutan dari pendidik ke peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan.
HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA
Guru-guru dengan tulus mengabdi dan bersedia mengajarkan bahkan di tempat yang "terpencil" atau "tertinggal".
diadakannya sekolah yang tidak memakan biaya untuk memperoleh pendidikan dengan cara diadakan sekolah terbuka untuk para masyarakat yang tidak mampu agar mereka lebih mengenal dunia pendidikan.
dana BOS dapat disalurkan dengan baik
kemendiknas memberikan beasiswa yang memadai untuk siswa-siswi yang berprestasi yang tidak mampu secara finansial.
pendidikan Indonesia diharapkan agar lebih baik lagi, lebih meningkatkan mutu, kualitas dari pendidikan.
HARAPAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA
Bisa menjadikan anak-anak nya yang berguna bagi nusa dan bangsa
guru harus bisa menumbuhkan nila-nilai karakter peserta didik disekolah
tempat untuk memperoleh ilmu dan dapat mencerdaskan anak mereka dalm segi akademis dan akhlak
menyediakan program pndidikan dengan memperluas wawasan pemikiran dan peningkatan kualitas pribadinya
lebih ditekankan lagi proses belajarnya tanpa menekankan materi, fisik, dan psikis para peserta didik untuk menjalankan pendidikan.
FAKTOR KENDALA PENDIDIKAN DAN CARA MENGATASINYA
FAKTOR
minimnya sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai
ekonomi orang tua yang tidak sanggup membiayai sekolah karena biaya sekolah yang mahal
masih banyak orang-orang yang belum sadar bahwa pendidikan itu penting bagi kehidupan kita.
CARA MENGATASI
pemerintah mengadakan pemerataan sarana dan prasarana sekolah
menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah kebutuhan seorang manusia
pemerintah melaksanakan program wajib belajar selama 9 tahun tanpa dipungut SPP
PENDIDIKAN MULTIBUDAYA
Pendidikan multibudaya adalah satu sistem pendidikan yang menekankan bahwa setiap pelajar berhak mendapat peluang pendidikan yang sama tanpa mengira jender, kelas sosial, etnik, budaya, bahasa dan agama (James A. Dankse dan Cherry A. McGee Banks, 2003)
PENDIDIKAN MULTIBUDAYA DI INDONESIA
Pendidikan multibudaya yang ada di Indonesia merupakan kekayaan yang boleh menjadi modal untuk mengembangkan kekuatan budaya
PENTINGNYA PENDIDIKAN MULTIBUDAYA
Menanamkan sikap simpati, respek, apresiasi, dan empati terhadap penganut agama dan budaya yang berbeda
membangun kohesifitas, soliditas dan intimitas di antara keragamannya etnik, ras, agama, budaya dan kebutuhan di antara kita.
Saya Tri Yulianti Purnawati yang mempunyai blog ini. awal nya saya membuat ini hanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bapak Dosen TIK, namun setelah dipikir-pikir blog ini saya buat untuk menyumbangkan ilmu yang saya dapat selama beberapa bulan belakangan ini, dan para pembaca bisa melihatnya di blogspot saya ini :)))) makasiiiii ♥♥♥♥